Wabup Minta Penanggulangan HIV/Aids Menjadi Sebuah Gerakan

PURBAINGGA, HUMAS – Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM meminta Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Purbalingga mampu menjalankan fungsi meningkatkan upaya pencegahan, dan penanggulangan aids secara lebih intensif, terpadu, dan terkoordinasi. Bahkan, Wabup menginginkan penanggulangan HIV/Aids di Purbalingga menjadi sebuah gerakan.

Hal ini disampaikan Wabup Sukento saat menerima audiensi pengurus baru KPA Purbalingga, awal pekan ini. “Wabup meminta seluruh anggota KPA mengubah pola pikir dan pola tindak dari semula hanya berorientasi program menjadi gerakan nyata di masyarakat,” ungkap Sekretaris KPA yang juga Ketua Sekretariat KPA Purbalingga R Henny Ruslanto SH, Jum’at (22/11).

Menurut Henny, pada kesempatan audiensi dengan wabup, pihaknya menyampaikan rencana kegiatan peringatan Hari Aids Sedunia yang akan diselenggarakan 1 Desember mendatang di Pendapa Dipokusumo. Kegiatan seminar yang menhadirkan peserta lebih dari 700 orang ini, menurut Henny, akan menjadi gebrakan awal gerakan nyata penanggulangan HIV/Aids di Purbalingga.

“Itu momentum gebrakan awal kita dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV/Aids. Sekaligus sebagai penanda pencanangan gerakan penanggulangan HIV/Aids oleh Bupati,” katanya.

Henny mengaku akan segera membuat rencana kerja selama satu tahun dengan memperbanyak sosialisasi kepada seluruh komponen masyarakat. Termasuk membentuk relawan-relawan peduli HIV/Aids di Purbalingga.

“Akan kami lakukan secara terus menerus dalam berbagai kesempatan. Gerakannya tidak hanya dilakukan oleh kalangan birokrasi saja namun oleh seluruh komponen di masayarakat,” jelasnya.

Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan yang memiliki hobi mendengarkan radio ini, upaya penanggulangan HIV/Aids di Purbalingga perlu kepedulian dari semua pihak. Baik dari jajaran birokrasi, maupun kalangan masyarakat hingga di tingkat RT/RW harus mampu menjadi corong pencegahan HIV/Aids. “Termasuk media massa dan radio siaran di Purbalingga. Kita akan menggandeng mereka dalam gerakan ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Sub Bagian Bina Sosial pada Bagian Kesra Setda, Windu Hartono SH membenarkan, kepengurusan baru KPA Purbalingga memiliki format baru sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 20 tahun 2007, tentang Pembentukan Komisi Penanggulangan Aids dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka penanggulangan HIV/Aids di daerah.

“Kepengurusan ini tidak hanya diisi jajaran SKPD dengan gerakan terbatas. Sekarang ditambah adanya Sekretariat yang akan lebih banyak bergerak dalam kegiatan-kegiatan KPA,” jelasnya.

Dalam kepengurusan yang baru, jelas Windu, Ketua KPA dijabat oleh Bupati. Kemudian Wakil Bupati sebagai ketua pelaksana. Sedangkan jabatan sekretaris dipegang oleh anggota masyarakat yang memiliki integritas dan kepedulan terhadap gerakan penanggulangan HIV/Aids.

“Sekretaris sekaligus menjadi ketua sekretariat dibantu beberapa anggota,” tambahnya.

Menyangkut fungsi dan tanggung jawab kesekretariatan, tambah Windu, diantaranya melaksanakan tugas menyebarluaskan informasi tentang pencegahan dan upaya penaggulangan HIV/Aids, memobilisasi sumber daya serta memberkan fasilitasi kepada masyarakat sipil peduli Aids. (Humas/Hr)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *