Peresmian Fasilitas PONEK RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata

Bupati : Kurangi Kasus Emergensi Ibu dan Bayi Melahirkan

Penandatangan oleh Bupati

Penandatangan oleh Bupati

PURBALINGGA, HUMAS – Bupati Purbalingga tidak ingin semakin banyak kasus emergensi kebidanan dan bayi baru lahir yang harus ditangani rumah sakit. Apalagi setelah diresmikannya fasilitas Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) atau pelayanan komprehensif kegawatdaruratan kebidanan dan bayi baru lahir yang dimiliki RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga.

“Saya tidak ingin semakin banyak kasus emergensi yang ditangani PONEK. Tetapi harus dipikirkan bagaimana mengurangi kasus – kasus emergensi itu. Sebelum kejadian sudah harus diupayakan pencegahannya,” kata Bupati Drs Heru Sudjatmoko MSi saat meresmikan fasilitas PONEK ruang bersalin dan perinatal RSUD setempat, Rabu (21/8).

Menurut Heru yang akan segera dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah 23 Agustus lusa, fasilitas pelayanan kegawatdaruratan kebidanan ini, dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat yang memiliki kasus kegawatdaruratan kebidanan dan anak baru lahir.

“Tadi ada yang bisik-bisik, apakah orang miskin bisa menggunakan fasilitas itu. Saya langsung menjawab tentu pelayananan yang diberikan bukan memandang kaya atau miskin. Tetapi dipandang dari ada atau tidaknya emergensi yang harus ditangani,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga drg Hanung Wikantono MPPM mengaku bangga karena diresmikannya fasilitas PONEK itu dapat menambah dukungan kolaborasi system antara PONEK di RSUD dengan PONED (dasar) di Puskesmas – Puskesmas. Kolaborasi itu diharapkan mampu menekan angka kematian ibu dan bayi yang kondisinya masih fluktuatif.

“PONEK bisa menjadi benteng terakhir pelayanan ibu dan bayi. Karena upaya menekan angka kematian sesungguhnya telah diupayakan pada benteng benteng sebelumnya yakni Puskesmas dan para bidan desa,” ujar Hanung.

Ditambahkan Hanung, saat ini angka kematian ibu dan bayi di Purbalingga menempati urutan ke lima terbesar di Jawa Tengah. Dibawah Brebes, Tegal, Semarang, dan Jepara. Bahkan, Purbalingga dapat disalip oleh Pati dan Banyumas yang kondisinya menjadi lebih baik.

“Pada semester I, kasus kematian ibu dan bayi di Purbalingga sebanyak 15 kasus. Sedangkan empat kabupaten diatasnya berkisar lebih dari 21 kasus,” jelas Hanung.

Sementara, Direktur RSUD dr Nonot Mulyono MKes menuturkan, pembangunan gedung PONEK berlantai dua dilakukan sejak 2012 setelah turunnya alokasi anggaran dana alokasi khusus bidang kesehatan sebesar Rp 2,4 milyar. Dana itu kemudian dugunakan untuk membangun fasilitas gedung ruang bersalin dan ruang perinatal atau perawatan bayi baru lahir di lantai satu.

“Ruangan itu sudah mengacu pada standar pelayanan rumah sakit dengan dilengkapi oksigen central dan  jaringan sensor kebakaran untuk keselamatan dan kesehatan kerja,” kata Nonot di sela-sela acara peresmian.

Nonot merinci, fasilitas yang dimiliki ruang bersalin terdiri dari ruang observasi sebanyak empat tempat tidur, ruang persalinan (4 TT), ruang intensif (2 TT), ruang isolasi (1 TT), ruang bersalin VIP (1 TT) serta fasilitas pendukung berupa ruang bidan, ruang ganti, ruang obat dan linen, ruang dokter, ruang coass/mahasiswa, pantry dan gudang.

Sedangkan fasilitas pada ruang perinatal meliputi, ruang bayi sehat (5 TT), ruang NICU (neonatal intensif care unit) sebanyak 3 TT, dan PICU (perinatal intensif care unit) terdiri dari ruang infeksi (5 TT), ruang non infeksi (7 TT), ruang isolasi (2 TT) dan fasilitas pendukung lainnya.

“Ruang bersalin dan Perinatal ini sudah dilengkapi peralatan medis penting seperti oksigen central, CTG atau alat monitor detak jantung janin dalam kandungan, Inkubator bayi, foto teraphy, infant warmer, alat bantu pernafasan bayi dan bed untuk tindakan persalinan di setiap ruang persalinan. Kita sudah operasionalkan pada awal bulan Juni lalu,” jelasnya.

Pada tahun ini, lanjut Nonot, pihaknya sudah mulai membangun ruang rawat inap kebidanan di lantai dua dan tangga bed pasien. Sumber dana pembangunan tahap kedua ini berasal dari DAK bidang kesehatan sebesar Rp 1,6 milyar. “Itu belum selesai seluruhnya karena akan dilanjutkan pada tahap berikutnya,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah meninjau fasilitas gedung PONEK dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan tahap kedua. Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Purbalingga Ny Erna Sukento melakukan pengguntingan rangkaian melati di depan pintu masuk ruang bersalin dan perinatal. (Humas/Hr)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *