Bupati Siapkan Gunting, Potong Jabatan Penanggungjawab Proyek Tak Sesuai Target

PURBALINGGA, HUMAS – Bupati Purbalingga Tasdi menyatakan keseriusannya dalam melakukan percepatan pelaksanaan pembangunan di kabupaten Purbalingga. Setelah mempercepat pengesahan APBD Perubahan 2016, kini Bupati Tasdi sudah menyiapkan gunting untuk memotong pita peresmian sejumlah proyek besar 2016. Targetnya, semua proyek yang dibiayai APBD Murni maupun APBD Perubahan 2016 harus selesai Desember mendatang.

“Desember nanti menjadi bulan peresmian proyek-proyek 2016. Saya sudah siapkan gunting untuk pengguntingan pita saat peresmian. Namun bila masih ada yang tidak selesai, gunting itu bukan untuk menggunting pita tapi menggunting pejabat yang bertanggungjawab,” katanya saat melakukan pemantauan apel pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) kabupaten Purbalingga, Kamis (14/7).

Ditempat itu, Bupati mengapresiasi peningkatan kinerja yang ditunjukan jajaran Dinperindagkop. Dari aspek kedisiplinan pegawai dinilai telah ada peningkatan meski masih dijumpai sejumlah pegawai yang terlambat mengikuti apel pagi. Bupati juga melihat adanya progres yang baik terhadap pelaksanaan pembangunan pasar Bobotsari.

“Dulu Jalan MT Haryono Bobotsari tiga tahun tertutup oleh pedagang pasar Bobotsari. Sekarang sudah dapat dibuka kembali. Besok tanggal 22 Desember pasar itu harus sudah diresmikan. Nanti kita jadwalkan, Pak Gubernur, Wakil Gubernur apa Saya yang meresmikan,” katanya.

Bupati juga akan mengembangkan 20 pasar tradisional yang ada di kabupaten Purbalingga sehingga mampu bersaing dengan pasar modern. Bupati menyampaikan keprihatinannya saat mengetahui keduapuluh pasar tradisional itu hanya dikelola oleh tujuh kepala pasar.

“Artinya satu kepala pasar mengelola beberapa pasar tradisional. Bagaimana mau maju kalau begini terus. Kedepan harus ada perubahan. Pasar-pasar itu (selain Segamas, Bobotsari dan Bukateja-red) akan kita perluas dan harus berbeda dengan sebelumnya. Jangan sampai kalah dengan pasar modern yang sudah merambah pedesaan,” tandasnya.

Kepala Dinperindagkop Purbalingga Agus Winarno mengatakan hingga  minggu ketiga  pelaksanaan  pembangunan pasar Bobotsari berjalan lancer dan belum dijumpai kendala berarti. “Kita targetkan pada 13 Desember telah dapat diselesaikan dan 22 Desember dapat diresmikan sesuai target Pak Bupati,” jelasnya.

Usai memantau apel pagi di Dinperindagkop, Bupati melanjutkan pemantauan ke Kantor Kecamatan Kemangkon dan Puskesmas Kemangkon. Di Kecamatan Kemangkon Bupati menjumpai Camat, Sekcam dan pegawai lainnya tengah mengadakan kerja bhakti penataan lingkungan kantor kecamatan. Bupati juga sempat berdialog dengan masyarakat yang hendak mengurus administrasi kependudukan di ruang pelayanan setempat.

Sementara di Puskesmas Kemangkon, Bupati sempat menyita sejumlah kalender promosi pelayanan kesehatan swasta yang dipajang di hampir semua ruang pelayanan kesehatan Puskesmas tersebut. Penyitaan itu, menurut Bupati untuk menghindari adanya mafia kesehatan utamanya penyalahgunaan wewenang pemberian rujukan ke fasilitas kesehatan yang bukan milik pemerintah kabupaten Purbalingga.

“Kita ingin rujukan sesuai dengan prosedur yang ada. Jangan malah dirujuk ke fasilitas kesehatan milik orang lain. Apa gunanya kita gelontorkan anggaran yang besar untuk pengembangan puskesmas dan rumah sakit rujukan pemkab,” katanya.

Kepada Kepala Puskesmas dr RM Martanto, Bupati meminta adanya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Penataan lingkungan Puskesmas agar lebih nyaman dan hijau juga menjadi perhatian Bupati. (Hardiyanto)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *