Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resisten Obat (MTPTRO) adalah kegiatan yang bertujuan untuk menangani pasien tuberkolosis (TB) resisten obat, Multy Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB), dan Extensively Drug Resistant Tuberculosis (XDR-TB). MTPTRO dilaksanakan pada hari Rabu, 4 September 2019 di Aula Laboratorium Lantai 2 RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Strategi kegiatan ini didasarkan pada 5 komponen Directly Observed Treatment, Short-course (DOTS) yaitu:

  1. Komitmen politis berkesinambungan untuk meningkatkan sumberdaya manusia dan sumberdaya keuangan dalam penanganan MDR-TB
  2. Diagnosis berkualitas melalui tes cepat metode polymerase chain reaction (PCR), pemeriksaan biakan dan uji kepekaan obat yang terjamin mutunya untuk deteksi kasus pada orang yang diduga TB resisten obat.
  3. Pengawasan menelan obat secara langsung menggunakan paduan obat anti tuberculosis (OAT) lini kedua.
  4. Ketersediaan OAT lini kedua secara berkesinambungan.
  5. Sistem pencatatan dan pelaporan yang memastikan penilaian terhadap hasil keluaran setiap pasien dan penilaian terhadap program DOTS secara keseluruhan.

Dalam sambutannya dr. Nonot Mulyono, M.Kes selaku Direktur RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga menyampaiakan bahwa masalah MDR-TB menjadi masalaha global sehingga diperlukan strategi penanganan yang terarah.

Narasumber MTPTRO dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga yaitu dr. Tatik Muhyati, M.Kes., dr. Ratna Ekasari, M.Kes., Cicilia Ninik S., S.ST., M.Kes. dan dr. Thomas Handoyo, SpPD. Peserta 50 orang pelaksana layanan TB RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga yang terdiri dari dokter dan perawat.