Gedung Pelayanan KesehatanPURBALINGGA, HUMAS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Goeteng Tarunadibrata Purbalingga terpilih sebagai salah satu dari lima besar nominator rumah sakit untuk mengikuti final PERSI Award 2013. Rumah sakit milik pemkab Purbalingga ini menjadi nominator untuk kategori Hospital Family Planning atau pelayanan keluarga berencana (KB) rumah sakit.

“PERSI Award diadakan oleh Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia sejak 2006. Tujuannya untuk memacu para pengelola rumah sakit meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta melakukan inovasi dalam bidang manajemen, produk jasa, maupun peralatan atau sarana prasarana,” jelas salah satu Tim Verifikasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat, Edi Sukamto MKes saat mengunjungi RSUD dr Goeteng Tarunadibrata, Jum’at (18/10).

Tim BKKBN Pusat terdiri dua orang bersama dr Nur Azizah didampingi pengurus PERSI Provinsi Jawa Tengah. Mereka diterima direktur RSUD dr Nonot Mulyono MKes,  Asisten Pembangunan dan Kesra Ir Susilo Utomo MSi serta Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Drs Muntako Nurhadi. Kehadiran tim ini, guna melakukan pertemuan dengan pengelola PKBRS dan pembuat makalah PERSI Award 2013.

“Kami bukan tim penilai, tapi hanya menverifikasi data paparan dan melihat fasilitas yang dimiliki berkait dengan makalah yang dibuat. Penilaiannya akan dilakukan pada 6 November di Jakarta,” jelasnya.

Dia menambahkan, ajang pemberian penghargaan bagi rumah sakit seluruh Indonesia kali ini diikuti 36 proposal yang bersaing pada penilaian tahap pertama dan menghasilkan 10 besar naminasi. Kemudian mengerucut hingga diperoleh 5 besar nominasi yang akan melakukan presentasi pada final PERSI Award – IHMA 2013.

“Juara pertama berhak mengikuti ajang serupa di tingkat Asia yakni Asian Hospital Management Award (AHMA) tahun berikutnya,” tambahnya.

Direktur RSUD, dr Nonot Mulyono menuturkan keunggulan yang dimiliki rumah sakit dalam bidang pelayanan KB terletak pada inovasi dan keberanian para dokter dalam mewajibkan pasien paska persalinan dan paska keguguran untuk mengikuti KB karena alasan medis.

Dijelaskan Nonot, pencapaian cakupan kepesertaan KB di rumah sakit Goeteng sejak 2010 meningkat tajam. Untuk cakupan kepesertaan KB Paska Persalinan, pada 2012, mencapai 926 peserta dari jumlah persalinan sebanyak 1.082 pasien atau dengan prosentase sebesar 85,58 persen. Dari jumlah itu, 96,11 persen diantaranya merupakan peserta MKJP. Untuk 2013, hingga Juli sudah terealisasi 637 peserta dari 724 persalinan, atau mencapai 87,98 persen.

Sedangkan untuk KB Paska Keguguran, dari jumlah pasien keguguran (2012) sebanyak 245, langsung KB sebanyak 190 pasien atau 77,55 persen dengan prosentasi pengguna MKJP 25,79 persen. Sementara itu, untuk 2013, telah tercatat 123 peserta dari jumlah pasien keguguran 146 orang atau 84,25 persen.

“Menurut kami kunci utama keberhasilan cakupan KB di rumah sakit adanya efektifitas KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) yang dilakukan para petugas kami. Dan keberanian dokter mewajibkan KB bagi pasien paska persalinan dan paska keguguran. Itu yang menjadi inovasi unggulan kami,” jelasnya saat uji coba presentasi makalah yang akan disampaikan saat final PERSI Award mendatang.

Selain Nonot, presentasi juga dilakukan oleh Wakil Ketua PKBRS dr Goeteng Tarunadibrata, dr Agus Puji Meiarso SPOg. (Humas/Hr).